in

Bagi Pelaku UMKM Harus Tahu, Ini Fakta-fakta Mengenai Banpres Produktif

Bagi Pelaku UMKM

Merespons krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memberikan bantuan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Melalui Program BPUM, pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta kepada pelaku UMKM hingga akhir Desember 2020.

Seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (16/10/2020), pemerintah menambah target jumlah penerima BPUM menjadi 12 juta penerima. Sebelumnya, pemerintah hanya menargetkan 9 juta penerima.

Baca juga : Alhamdulillah, Himbara Sudah Mulai Cair, Penerima BLT Termin 2 di Bank Swasta Wajib Tahu Mekanisme ini

Berikut adalah deretan fakta yang perlu diketahui terkait BPUM, terutama bagi para pelaku UMKM.

Cara daftar BPUM

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, pelaku UMKM dapat menelepon atau menyurati Dinas Koperasi dan UMKM sesuai domisili untuk diusulkan menjadi calon penerima BPUM.

“Dinas akan melakukan verifikasi dan mengusulkan kepada Kemenkop UKM,” kata Hanung seperti diwartakan Kompas.com, Jumat.

Selain itu, calon penerima BPUM dapat diusulkan melalui kementerian, lembaga pemerintahan, perbankan, dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Adapun data yang harus dilengkapi agar dapat diusulkan sebagai calon penerima BPUM di antaranya adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat tempat tinggal sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), bidang usaha, dan nomor telepon.

Baca juga : Segera Daftar! Ada Lowongan Kerja BUMN di PT RNI, Ini Persyaratannya

Syarat calon penerima

Untuk mendaftar sebagai calon penerima BPUM, pelaku UMKM harus memenuhi beberapa persyaratan.

Halaman: 1 2 3

Bantuan BLT

Alhamdulillah, Himbara Sudah Mulai Cair, Penerima BLT Termin 2 di Bank Swasta Wajib Tahu Mekanisme ini

Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja

Harus Diperhatikan! Cara Menghindari Penipuan Lowongan Kerja