in

Kronologi Pengeroyokan 2 Anggota TNI AD yang Dilakukan Pengendara Moge

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI

Polda Sumatera Barat (Sumbar) membeberkan kronologi insiden pengeroyokan dua anggota TNI yang dilakukan oleh rombongan motor gede (moge) di Bukittinggi. Video pengeroyokan tersebut sempat viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Stefanus Satake, mengatakan pemukulan TNItersebut terjadi pukul 16.40 WIB, Jumat, 30 Oktober 2020. Kejadian terjadi di depan konter handphone Simpang Tarok, Guguk Panjang, Kota Bukittinggi.

Baca juga : Andi Arief: Masak Sih Jokowi Bisa Tidur Nyenyak Saat Pembakar Halte Bebas Tapi Pembakar Semangat Rakyat Ditahan?

Insiden bermula saat rombongan moge dari Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia melewati Simpang Tarok sebanyak 21 moge. Stefanus mengatakan ada 10 moge yang tertinggal dalam rombongan tersebut.

“10 moge tertinggal dan bertemu dengan dua orang anggota Kodim 0304 Agam,” ujar Stefanus dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Saat melewati persimpangan tersebut rombongan moge bertemu dengan dua anggota TNI AD dan terjadi cek-cok. Namun, Stefanus tidak menjelaskan detail penyebab cek-cok tersebut.

“Selanjutnya terjadi perselisihan yang mengakibatkan terjadinya pemukulan oleh rombongan moge kepada personel Kodim tersebut,” kata Stefanus.

Tersangka
Sebelumnya, Polri menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pemukulan rombongan motor gede (Moge) terhadap dua anggota TNI AD. Dua tersangka tersebut yakni BSA dan MS.

“Kasusnya penganiayaan, pelakunya ada dua orang berinisial BSA dan MS,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake saat dihubungi, Sabtu (31/10/2020).

Stefanus mengatakan keduanya dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Halaman: 1 2

Bantuan BLT

Belum Pernah Dapat BLT Rp 2,4 Juta? Lapor ke Sini Segera Untuk Dapat Bantuannya

Program Bantuan Sosial Tunai

Santuy! Program Bantuan Sosial Tunai (BST) Tetap akan Dilanjutkan di Tahun 2021