in

Seleksi CPNS 2021 Batal Dibuka? Ini penjelasan Menpan RB

Menpan RB

Seleksi CPNS 2021 nampaknya tidak akan dibuka setelah pemerintah menyatakan tidak akan mengangkat pegawai baru sampai 2023.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang menyatakan CPNS 2019 adalah seleksi yang terakhir.

Pemerintah nantinya akan menetapkan model birokrasi 2020-2024 mengarah pada tranformasi digital serta manajemen aparatur sipil negara akan menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

“PANRB tidak akan mengangkat pegawai lagi sampai 2-3 tahun. Karena dengan sistem kerja di rumah, dengan sistem kerja di kantor dengan berbagi inovasi-inovasi, dengan berbagai teknologi-teknologi informasi yang ada, (Kementerian) ini akan membangun sistem yang lebih terencana dan lebih taktis,” Kata Menpan-RB Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2020 seperti yang dilasir Fix Indonesia dari ANTARA, Rabu 18 November 2020.

Menurut Tjahjo hal ini dikarenakan pandemi yang telah memaksa perubahan dan arah birokrasi pada 2020-2024 tersebut.

Baginya, pemerintah ingin melakukan otomatisasi proses pelayanan publik pada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, sehingga nantinya dapat mengatur sistem kerja yang lebih fleksibel dan memujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien namun tetap produktif.

Demi mewujudkan hal tersebut, Kemenpan-RB terus menggodok kualitas Sumber Daya Manusia ASN yang dimiliki pemerintah.

Meski begitu, pemerintah akan memprioritaskan seleksi CPNS 2021 untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan. Ia menerangkan bahwa hal tersebut telah dibicarakan dalam rapat yang digelar dengan sejumlah kementerian.

“Insha Allah (SDM ASN Berkualitas) akan bisa kami persiapkan di tahun depan. Termasuk pengadaan tenaga guru 1 juta, 260 tenaga kesehatan, baik dokter, bidan dan perawat. Termasuk tenaga-tenaga penyuluh, itu juga tahun depan akan bisa kami alokasikan untuk rekrutmen jabatan-jabatan yang ada di Kementerian/Lembaga dan Pemda” Ucapnya.

Tjahjo mmengungkap bahwa tenaga guru, perawat, bidan, dan dokter baik di puskesmas pembantu atau rumah sakit rujukan sangat minim untuk saat ini. Bahkan ASN bidang administrasi saat ini juga ada yang menjadi guru atau penyuluh kesehatan.

Halaman: 1 2

NIK dan KK Tak Valid

NIK dan KK Tak Valid? Jangan Panik Dulu, Inilah Cara Mengatasinya

Cukup Dengan HP Saja

Cukup Dengan HP Saja! Bantuan UMKM Rp 2,4 Juta Akan Ditransfer, Begini Cara Agar Cair Langsung Kerekening Anda